Densus-Teroris Baku Tembak di Sukoharjo
Tribun Timur - Sabtu, 14 Mei 2011 07:46 WITA

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Anggota Densus 88 menjaga kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, pascaterjadinya ancaman bom, Rabu (16/3/2011).
Berita Terkait
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Densus 88 dilaporkan melakukan
penyergapan terhadap sejumlah orang yang dicurigai sebagai teroris di
Kampung Dukuh RT 2, RW 3, Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, Sabtu
(14/5/2011) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Terjadi baku tembak dalam penyergapan ini. Warga menyebut mendengar sekitar 10 kali bunyi letusan senjata yang bersahutan. Dilaporkan polisi telah mengamankan dua orang dari sebuah warung angkringan di wilayah tersebut.
Belakangan diketahui akibat baku tembak tersebut, pemilik warung angkringan Nuriman (38), dilaporkan tewas.
Identitas Nuriman diketahui dari Kepala Badan Permusyawarahan Desa (BPD) setempat, Suharno (61). Ia menuturkan melihat polisi mengangkat jenazah Nuriman untuk dievakuasi ke dalam sebuah mobil milik kepolisian.
"Jadi waktu mobil mundur (TKP disterilisasi sejauh radius 50 meter), jenazah Nuriman terlihat diangkat polisi," ujarnya.
Adapun dua orang yang tertembak lainnya belum diketahui identitasnya. Keduanya tertembak di sebuah gang yang disebut warga sebagai Gang Kantil.
Hingga saat ini belum diketahui apakah ketiganya merupakan buruan Densus 88 atau merupakan korban salah tembak akibat baku tembak yang terjadi. Pun, dua orang terakhir yang tertembak di Gang Kantil dicurigai sebagai pihak yang diburu.
Saat ini polisi melakukan penjagaan di radius 50 meter pada lokasi kejadian. Dari pantauan, petugas tengah membersihkan serpihan hasil baku tembak tersebut. Disebutkan, petugas juga tengah membersihkan percikan darah dari korban.
Terjadi baku tembak dalam penyergapan ini. Warga menyebut mendengar sekitar 10 kali bunyi letusan senjata yang bersahutan. Dilaporkan polisi telah mengamankan dua orang dari sebuah warung angkringan di wilayah tersebut.
Belakangan diketahui akibat baku tembak tersebut, pemilik warung angkringan Nuriman (38), dilaporkan tewas.
Identitas Nuriman diketahui dari Kepala Badan Permusyawarahan Desa (BPD) setempat, Suharno (61). Ia menuturkan melihat polisi mengangkat jenazah Nuriman untuk dievakuasi ke dalam sebuah mobil milik kepolisian.
"Jadi waktu mobil mundur (TKP disterilisasi sejauh radius 50 meter), jenazah Nuriman terlihat diangkat polisi," ujarnya.
Adapun dua orang yang tertembak lainnya belum diketahui identitasnya. Keduanya tertembak di sebuah gang yang disebut warga sebagai Gang Kantil.
Hingga saat ini belum diketahui apakah ketiganya merupakan buruan Densus 88 atau merupakan korban salah tembak akibat baku tembak yang terjadi. Pun, dua orang terakhir yang tertembak di Gang Kantil dicurigai sebagai pihak yang diburu.
Saat ini polisi melakukan penjagaan di radius 50 meter pada lokasi kejadian. Dari pantauan, petugas tengah membersihkan serpihan hasil baku tembak tersebut. Disebutkan, petugas juga tengah membersihkan percikan darah dari korban.
Editor : Ina Maharani
Sumber : Tribunnews.com