TribunTimur/

Kitab Kuning,

500 Santri se-Sulsel Ikut Lomba Kitab Kuning

pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Barru AGH Wahab Zakariyah, mengatakan kitab kuning membuat mata pembacanya tidak cepat lelah

500 Santri se-Sulsel Ikut Lomba Kitab Kuning
seorang santri menyimak kitab kuning, atau kitab gundul.
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel akan menyelenggarakan Musabaqah Fahmil Kutub Al Turas (Mufakat) atau omba memahami kitab klasik antarpondok pesantren se-Sulsel.
Kegiatan ini juga rencananya akan dibuka Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (5/5/2011) besok. Kepala Kementerian Agama Sulsel, Drs Hamka, oleh Kepala Humas Kemenag Wilayah Sulsel, Muhammad Tonang, disebuit memberikan perhatian besar terhadap event tahunan yang melibatkan 500 santri-santriwati se-Makassar ini.
Tonang menyebutkan, lomba dua tahunan ini dimulai tanggal 5 sampai 7 Mei 2011 di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Kegiatan ini, jelas Tonang, adalah ajang seleksi bagi santri pondok pesantren untuk musabaqah pemahaman kitab kuning tingkat nasional di Mataram, NTB, 18-24 Juli 2011 mendatang.
Kitab kuning atau juga disebut kitab safinah, merujuk sebuah kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama islam (diraasah al-islamiyyah), mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata bahasa arab (`ilmu nahwu dan `ilmu sharf), hadits, tafsir, `ulumul qur'aan, hingga pada ilmu sosial dan kemasyarakatan (mu`amalah).
Disebut kitab kuning karena sebagian beasar kitab ini dicetak dalam kertas warna kuning, dengan tinta hitam. Sebagian ulama di Sulsel, seperti pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Barru AGH Wahab Zakariyah, mengatakan kitab kuning membuat mata pembacanya tidak cepat lelah, bahkan banyak ulama-ulama yang pandai baca kitab kuning jarang mengenakan kecamatan di masa tuanya.
Selain kitab kuning, disebut juga dengan kitab gundul. Ini karena memang tidak memiliki harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun), tidak seperti kitab al-Quran pada umumnya. Oleh sebab itu, untuk bisa membaca kitab kuning berikut arti harfiah kalimat per kalimat agar bisa dipahami secara menyeluruh, dibutuhkan waktu lama.
Penulis: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help