DRS Kemungkinan Dilarang di Monaco
DRS Kemungkinan Dilarang di Monaco
TRIBUN-TIMUR.COM - Pelaksana balapan F1 mempertimbangkan melarang penggunaan DRS (drag reduction system) ketika lomba di Monaco yang menjadi seri keenam (29 Mei), setelah Turki dan Spanyol. Pertimbangannya, keselamatan pebalap karena karakteristik sirkuit sangat beda.
Sejumlah pebalap F1 menyatakan keberatannya pemakaian DRS kala berlaga di trek Monte Carlo. Alasannya, selain tidak punya lintasan panjang, ketika diizinkan pemakaiannya saat latihan dan kualifikasi bisa membahayakan keselamatan.
Di sirkuit Monte Carlo ada dua bagian yang bisa dimanfaatkan untuk DRS. Selain di depan garis start, satunya lagi ketika melintasi terowongan. Hanya, tikungan yang akan dilalui setelah pakai DRS sangat berbahaya bagi keselamatan pebalap.
Setelah berjalan tiga seri, pemakaian DRS dinilai oleh para pebalap sebagai langkah maju dan trik yang pas membuat seru balapan. Terlebih dengan ditetapkannya satu zona diperbolehkannya memfungsikan DRS.
Kala balapan di Turki, minggu (8 Mei), FIA akan mengadakan rapat sama pebalap dan tim dengan pembahasan, di antaranya soal boleh tidaknya DRS di Monaco. Dan di Turki ini DRS diperbolehkan selepas tikungan ke-10 sampai 12, meski belum diketahui berapa jauh lintasannya.
"F1 telah melakukan pekerjaan yang brilian. Tidak seorang pun mengatakan kalau pebalap telah boring. Sekarang bisa menyalip di kiri, kanan atau tengah," puji pebalap Mercedes, Nico Rosberg.(*)