A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Basmi Ulat, 908 Pohon "Diinfus" - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Timur

Basmi Ulat, 908 Pohon "Diinfus"

Kamis, 21 April 2011 11:51 WITA
MAGELANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Sedikitnya 908 pohon di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diinfus dengan pestisida guna membasmi serangan hama ulat. Penginfusan dilakukan oleh petugas dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jateng di dua titik, yaitu Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, dan Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Magelang.

Selain diinfus, petugas juga membasmi dengan cara penyemprotan pestisida ke seluruh bagian pohon yang diserang, seperti pada pohon mangga, rambutan, duwet, petai, dan kelapa.

"Pembasmian paling banyak dilakukan di Dusun Adipuro III, Kembang, dan Dukuh Desa Ngadipuro, karena serangan ulat terparah di daerah itu. Rencananya akan dilakukan pada tiga hari ke depan," terang petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan/Pengamat Hama dari BPTPH Jateng, Sumardi, Rabu (20/4/2011).

Sumardi menjelaskan, pestisida yang digunakan adalah pestisida Lannate 40 SP,  yaitu insektisida racun kontak dan lambung yang sistemik berbentuk bubuk warna putih. Insektisida ini dapat disuspensikan dengan air untuk mengendalikan hama. "Pestisida Lannate 40 SP terdiri dari campuran 40 persen bahan aktif mematikan ulat dan 60 persen bahan pembawa zat kimia tersebut," ujar Sumardi.

Penggunaan pestisida itu, lanjut Sumardi, bisa dengan disemprotkan ke seluruh bagian tanaman yang serang ulat. Atau, jika tanaman terlalu tinggi, mudah dijangkau anak-anak, dan dekat air bisa batang pohonnya dibor lalu diinfuskan pestisida ke lubang tersebut.

Batang pohon yang diinfus berdiameter minimal 20 sentimeter. Pohon yang sudah disemprot, masa aktif pestisida akan bekerja selama 20 hari jika tidak ada hujan. "Sedangkan pohon yang dibor dan dinfus, selama dua bulan buahnya dilarang dimakan karena berbahaya," ujarnya.

Pohon yang diinfus pestisida akan masuk ke kambium tanaman, kemudian ditranslokasi ke seluruh bagian tanaman sehingga ulat yang memakan bagian tanaman akan mati.

Dengan cara pembasmian ini, diharapkan populasi hama ulat akan menurun atau ekosistemnya kembali normal hingga kembali ke batas tidak berbahaya bagi tanaman dan masyarakat. "Bagaimanapun ulat harus tetap ada agar menjaga keseimbangan ekosistem," katanya.

Sebelumnya, koordinator pengamat hama penyakit, tanaman pangan, dan hortikultura Kabupaten Magelang, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jateng, Pratondo, mengungkapkan, sudah ada tujuh kecamatan yang diserang hama ulat di Kabupaten Magelang. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Sawangan, Mungkid, Kaliangkrik, Muntilan, Ngluwar, Bandongan, dan Secang.(*)
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5341 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas