• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Timur

Masjidil Haram Kini Punya Loker

Kamis, 31 Maret 2011 19:44 WITA
Muh Dadang
Jamaah Global Haramain
Melaporkan dari Mekah

OTORITAS pengelola dua tempat Suci di Arab Saudi, Masjidil Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah, terus memoderninsasi layanan bagi para tamu Allah. Kini para jamaah yang punya barang berharga tak perlu khawatir lagi kehilangan.

Badan Pemelihara dan Perbaikan Masjidil Haram, sejak awal Maret lalu, menambah fasilitas tempat penitipan barang. Jika sebelumnya, fasiltas bernama Sanaadiful Amaanat (Luggage Lockers) ini hanya ada dua unit, maka mulai Mei mendatang akan ditambah menjadi 10 unit.

Locker penitipan barang yang juga banyak ditemukan di sarana-sarana publik di Eropa dan Amerika ini sementara dibangun di pelataran halaman masjidil Haram.

Hingga pekan keempat Maret 2011 ini, para pekerja membangun unit baru. Sebelumnya Sanadiful Amanat ini delapan bulan lalu hanya dua unit, satu di depan akses jalan diantara Hotel Hilton dan Grand Zam-zam, satu lagi di depan hotel Daru Tauhid, tak jauh dari pintu Raja Fhad.

Sayangnya, fasilitas baru ini belum gratis. Jamaah harus menyiapkan bayaran. Lima jam pertama jamaah yang menitip barang dikenakan tarif 5 SR, atau setara dengan Rp 35 ribu. "Sesudah itu tiap jam kelebihan dibayar extra 1 SR," kata M Yasin, petugas Lockers.

Di tiap unit Lunggage Lockers bisa menampung 100 item lockers. Bentuknya, laci besi yang bisa memuat travel bag kecil. Jamaah yang menitipkan barang berharga, membayar terlebih dahulu. Saat
tas masuk ke lockers besi anti api ini, seorang petugas akan mengunci loker.

Setelah itu pelayan lokers akan memberilkan koin warna hitam. Koin ini bertuliskan unit dan nomor item lokers penyimpanan tas. Koin ini jangan sampai hilang atau tercecer. Jika tercecer Anda akan
dikenakan denda 50 SR.

Layanan baru ini banyak digunakan para jamaah independen atau profesional. Jamaah mandiri penggunanya tidak tergabung dalam kelompok jamaah. Kebanyakan dari mereka memakai untuk mengambil ibadah umrah, sai, plus menunaikan dua shalat wajib berjamaah di Masjidil Haram.

Fasilitas ini, kabarnya juga akan dibangun di kawasan masjid Nabawi di Madinah, dan sekitar terminal kereta api di Musdalifah, Mina, dan Arafah, bagi jamaah haji yang wukuf.(*)
Penulis: Thamzil Thahir
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3621 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas