Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca

Petani Maros Kesulitan Panen Padi

Petani Maros Kesulitan Panen Padi

Tayang:
Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM  - Hujan yang terus mendera wilayah Kabupaten Maros dan sekitarnya, menyebabkan para petani di daerah itu mengalami kesulitan melakukan pemanenan. Lahan sawah mereka teredam air.

"Tanaman padi banyak yang rebah, sehingga menyulitkan dipanen," kata salah seorang petani Rahman kepada Antara di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Selasa (29/3/2011).

Dia mengatakan, selain tanaman padi rebah, genangan air setinggi lutut juga menambah sulit melakukan panen dengan menggunakan alat berupa pisau arit.
    
Sebagai gambaran, pada saat kondisi normal, dalam sehari bisa memanen dan menghasilkan gabah minimal dua karung ukuran 50 kg per orang. Namun pada saat hujan, hanya mampu mengumpulkan satu karung gabah per hari per orang.

"Kami juga khawatir, hasil panen menjadi rusak karena tidak dapat dijemur dibawa sinar matahari. Sementara juga tidak ada alat atau mesin penjemur," katanya.
    
Hal senada dikemukakan petani lainnya, Mustakim, di daerah tetangga yakni Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
    
Menurut dia, semestinya pemerintah menyiapkan alat pengering gabah untuk petani, karena itu sangat dibutuhkan pada saat musim hujan.
    
"Selama ini, petani terus dituntut menaikkan produksi dan kualitasnya, sementara pemerintah kurang menunjang untuk mencapai itu," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved