• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Timur

Makassar Banjir dan Macet Total

Rabu, 2 Maret 2011 13:20 WITA
Makassar, Tribun - Hujan yang melanda Kota Makassar sepanjang hari Selasa (1/3), mengakibatkan air tergenang di mana-mana. Genangan air bukan hanya di kawasan kumuh tapi juga di kawasan elite seperti di Kompleks Panakkukang Mas.
Jalan-jalan protokol juga tergenang sehingga macet di mana-mana. Sejak pukul 07.00 wita, sejumlah pegawai dan mahasiswa terlihat terjebak macet di Jl Perintis Kemerdekaan. Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengurungkan niatnya ke kampus karena terjebak macet.
"Saya sudah di Jl Perintis sejak pukul 07.00 wita. Mobil tidak bisa bergerak hingga sekitar pukul 09.00. Jadi saya pulang saja. Tidak jadi ikut kuliah," kata Herda, seorang mahasiswi Jurusan Sastra Unhas Unhas yang membalik kendaraannya ke arah Jl Abd Dg Sirua.
Macet di Jl Peritis Kemerdekaan terjadi akibat badan jalan terendam air. Arus kendaraan dari dua arah terhambat. Mobil sudah kesulitan bergerak sejak dari Jl Urip Sumoharjo depan Kantor Gubernur Sulsel hingga pintu gerbang masuk ke Asrama Haji Sudiang.
Di Jl AP Pettarani, sejumlah kantor juga tergenang air. Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar kesulitan melayani warga akibat kantor tergenang hingga setinggi betis orang dewasa. Seorang pegawai menelepon ke Tribun agar suasana banjir kantornya difoto.
"Tolong datang  foto Pak. Biar Pak Wali Kota lihat keadaan yang sesungguhnya," kata pegawai tersebut. Dia menceritakan, sejak diresmikan tahun 1981 lalu, kantor tersebut belum pernah direnovasi.
Lantai kantor sudah lebih rendah dibanding jalan raya sehingga setiap kali hujan, lantai kantor tergenang air. "Saya harap Pak Wali selain urus PSSI, urus juga warga," kata pegawai tersebut dengan nada menyindir. Dia merasa kantornya tidak diperhatikan sehingga mereka kesulitan bekerja.
Sejumlah kawasan perumahan juga terendam banjir, seperti Kompleks Swadaya di Jl Abd Dg Sirua, Kompleks Toddopuli, Kompleks Antang, dana bebepa kawasan lainnya.
Pihak Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar meminta masyarakat tetap mewaspadai cuaca buruk yang diperkirakan masih terjadi hari ini, Rabu (2/3), dari pagi hingga sore.
"Cuaca ekstrem baik berupa hujan deras dan angin kencang cenderung terjadi pada pagi dan sore," kata Kepala Bidang Pelayanan Jasa BMKG IV Makassar Sujarwo di Makassar, Selasa (1/3).
Dia mengatakan, meskipun ada kecenderungan cuaca ekstrem terjadi di wilayah daratan Makassar dan sekitarnya, termasuk wilayah perairan di Selat Makassar, namun harus tetap mewaspadai waktu lainnya, karena perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat khususnya para nelayan dapat mewaspadai cuaca yang dapat berubah-ubah. Apalagi kecepatan angin rata-rata mencapai 30 knot atau setara dengan 60 kilometer per jam.
Pasokan Ikan
Aktivitas nelayan di kawasan Pusat Pelelangan Ikan Paotere, Makassar, menurut Kepala UPTD PPI Paotere Makassar Abbas mengatakan, dalam tiga hari terakhir pasokan ikan dari nelayan Makassar dan sekitarnya berkurang dari kondisi stabil 40 ton per hari.
"Pada saat kondisi cuaca buruk, nelayan hanya memasok sekitar 10 ton - 20 ton ikan per hari," katanya.
Untuk menutupi kebutuhan ikan laut tersebut, lanjut dia, biasanya nelayan dari daerah lain seperti  Kabupaten Barru, Sinjai dan Bulukumba juga memasok ikan ke PPI Paotere, Makassar.
Daerah
Akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan angin kencang, sedikitnya 168 rumah diterpa angin mengalami kerusakan di Kecamatan Balocci dan Ma'rang, Kabupaten Pangkep. Di poros Makassar Barru, tepatnya di kota Pangkep, air sungai sudah sampai ke jalan. Badan jalan tdak terlihat sehingga arus kendaraan juga terhambat.(rex)
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
604 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas